|
1. 3D Scanner dengan Sentuhan (Probe)
3D scanner jenis ini menggunakan probe untuk menyentuh objek, menghasilkan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Contoh 3D scanner dengan teknologi ini adalah CMM dan 3D Scanner Arm.
Keunggulan 3D Scanner dengan Probe:
- Akurasi tinggi dalam mengukur koordinat x, y, dan z.
- Dapat mengukur titik-titik kecil dan dalam yang sulit dijangkau 3D scanner lain.
- Cocok untuk pengujian dimensi, kontrol kualitas, dan verifikasi komponen manufaktur.
Aplikasi di Dunia Industri:
- Kontrol kualitas (QC) presisi untuk komponen mesin dan cetakan logam.
- Kalibrasi alat industri dan verifikasi hasil produksi.
- Digunakan pada pabrik otomotif, mold manufacturing, dan tooling engineering.
- Menjadi solusi utama ketika akurasi dimensi menjadi prioritas utama.
|
2. Technology kedua: Structured Light
Teknologi Structured Light 3D scanning adalah metode pemindaian objek menggunakan pola cahaya putih atau biru yang diproyeksikan secara presisi ke permukaan objek. Saat cahaya mengenai permukaan yang melengkung atau tidak rata, pola cahaya tersebut akan terdistorsi. Distorsi ini kemudian direkam oleh kamera 3D scanner dan dianalisis oleh perangkat lunak untuk membangun ulang bentuk objek secara digital dalam bentuk 3D. Dengan cara ini, 3D scanner dapat menangkap detail objek dengan sangat cepat dan akurat hanya dari pantulan cahaya yang terproyeksi.
Keunggulan 3D Scanner dengan Structured Light:
- Cepat dan presisi tinggi, mampu menangkap ratusan ribu titik data hanya dalam hitungan detik.
- Non-kontak (tanpa sentuhan), aman untuk objek sensitif seperti benda seni, arkeologi, atau bagian medis.
- Hasil detail, ideal untuk reverse engineering, visualisasi 3D, dan kontrol kualitas produk.
Aplikasi di Dunia Industri:
- Digunakan di industri otomotif, manufaktur presisi, arkeologi, dan animasi 3D.
- Pelestarian benda seni dan artefak, karena metode ini non-kontak dan aman.
|
3. Technology ketiga: Infrared Technology
Berbeda dari structured light, teknologi infrared (IR) menggunakan sensor cahaya inframerah untuk menangkap bentuk dan tekstur objek. Infrared 3D scanner bekerja dengan memancarkan sinar IR yang tidak terlihat oleh mata manusia, kemudian mendeteksi pantulan sinar tersebut untuk membangun model 3D digital.
Keunggulan 3D Scanner dengan IR Technology:
- Aman untuk manusia dan hewan, karena menggunakan cahaya inframerah non-intens yang tidak menyilaukan mata.
- Stabil di berbagai kondisi pencahayaan, tetap optimal meskipun digunakan di ruangan terang atau minim cahaya.
- Cocok untuk aplikasi kreatif dan medis, seperti pembuatan prostetik, AR/VR, dan desain karakter digital.
Aplikasi di Dunia Industri:
- Desain kostum, fashion tech, dan animasi karakter digital dengan akurasi bentuk alami.
- Cocok untuk objek hidup atau material reflektif, karena aman dan nyaman.
- Banyak digunakan di sektor medis, hiburan, game development, dan metaverse.